TNI

TNI Dan Warga Bersinergi Tangani Banjir Di Bekasi

TNI Dan Warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Bergotong Royong Bersama Untuk Membersihkan Tanggul Yang Jebol Akibat Banjir. Setelah tanggul sungai di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, jebol beberapa hari lalu. Air yang meluap telah merendam permukiman warga, mendorong upaya tanggap darurat dari berbagai unsur. Termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bekerja bahu-membahu bersama masyarakat setempat untuk memperbaiki tanggul dan menahan lajunya air banjir.

Peristiwa tanggul jebol itu memicu banjir besar yang berdampak langsung terhadap rumah dan lahan warga. Mendorong respons cepat dari aparat keamanan serta unsur kemanusiaan dalam upaya mitigasi dan pemulihan. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan komunitas dan sinergi antara aparat negara. Dan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi semacam ini.

Sinergi TNI –Warga di Lapangan

Kodam Jaya/Jayakarta melalui Kodim 0509/Kabupaten Bekasi dan Yonif TP 843/PYV menjadi salah satu garda terdepan dalam penanganan tanggul jebol, dengan pengerahan prajurit untuk membantu warga setempat memperbaiki tanggul secara darurat. Dalam kegiatan tersebut, prajurit TNI bersama Babinsa dan warga gotong-royong membangun tanggul sementara menggunakan karung pasir. Sebagai langkah cepat untuk meredam laju air serta mengurangi genangan yang mengancam rumah penduduk.

Upaya Perbaikan Tanggul Yang Di Pimpin Unsur TNI

Upaya Perbaikan Tanggul Yang Di Pimpin Unsur TNI ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menunjukkan keterlibatan aktif aparat di tengah masyarakat. Warga setempat terlihat turut membantu pengisian dan penataan karung pasir. Serta berkoordinasi dengan Babinsa untuk menentukan titik terlemah dari struktur tanggul yang rusak. Kegiatan gotong-royong itu turut memperlihatkan hubungan erat antara aparat dan komunitas lokal di masa krisis seperti ini.

Selain itu, Kodam Jaya turut menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 2.000 karung pasir, mie instan, roti, karpet. Dan peralatan lain untuk mencukupi kebutuhan darurat warga terdampak. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Desa Pantai Bakti sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi proses pemulihan.

Dampak Banjir dan Kondisi Warga Terdampak

Banjir yang melanda akibat tanggul jebol telah menyebabkan ratusan kepala keluarga terdampak, dengan rumah-rumah terendam air dan sejumlah fasilitas masyarakat ikut terganggu. Sebelumnya, berbagai laporan lokal menggambarkan bagaimana banjir juga menyebabkan warga harus mengungsi atau bekerja membersihkan sisa material usai banjir surut. Pekerjaan pemulihan ini mencakup pembersihan rumah dan jalan, serta normalisasi saluran air untuk mengurangi risiko banjir susulan.

Situasi yang dialami warga di Kampung Bendungan dan sekitarnya juga mencerminkan trauma dan kerusakan yang signifikan. Arus air yang deras menghancurkan sebagian rumah warga, sementara banyak barang pribadi hilang terbawa air, menimbulkan tekanan psikologis dan kebutuhan bantuan jangka panjang bagi keluarga terdampak.

Upaya Penanggulangan Lebih Luas

Selain keterlibatan TNI dan warga dalam perbaikan tanggul sementara, penanggulangan dampak banjir ini juga menjadi fokus berbagai instansi pemerintah dan lembaga terkait. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama dinas lokal telah melakukan koordinasi untuk memberikan bantuan logistik dan juga mengerahkan alat-alat seperti pompa air guna mempercepat surutnya genangan di wilayah terdampak. Upaya ini juga di ikuti oleh pemeriksaan kondisi tanggul lainnya untuk mencegah kejadian serupa di area rawan lainnya.

Penanganan banjir di Bekasi menjadi cerminan nyata tantangan yang dihadapi wilayah dataran rendah di Indonesia saat menghadapi cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Upaya kolaboratif antara TNI, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan. Dan warga lokal menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana serta mempercepat proses pemulihan sehingga roda kehidupan masyarakat bisa kembali normal.

Kasus banjir Bekasi akibat tanggul jebol menunjukkan bahwa bencana alam memerlukan respons yang tidak hanya cepat. Tetapi juga terkoordinasi dengan baik. Kehadiran TNI di lapangan bersama warga dalam memperbaiki tanggul dan menyalurkan bantuan menjadi bagian penting dari penanganan darurat, sekaligus memperkuat semangat gotong-royong.