
Shafira Devi Herfesa Berhasil Mendapatkan Tempat Di Piala Dunia
Shafira Devi Herfesa Atlet Catur Putri Ini Telah Resmi Berhasil Amankan Tiket Menuju Piala Dunia Catur Tahun 2025. Ketua PB Percasi Utut Adianto memberikan penghargaan tinggi kepada pecatur muda Shafira Devi yang kini di anggap sebagai salah satu pilar generasi baru pecatur Indonesia. Shafira baru saja memastikan dirinya lolos ke Piala Dunia Catur setelah berhasil meraih juara dalam Asian Zone 3.3 Chess Championship tahun 2025 yang di selenggarakan di Mongolia. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi pecatur baru semakin berkembang, dan Utut berharap banyak pecatur lain yang mengikuti jejak Shafira. Shafira, yang berhasil menjadi pecatur perempuan ketiga dari Indonesia yang berhasil menembus Piala Dunia Catur setelah Irene Kharisma Sukandar dan Medina Warda Aulia, turut membanggakan dunia catur Indonesia. Meskipun baru saja selesai bertanding di turnamen bergengsi tersebut, Shafira kembali menunjukkan keberaniannya dengan mengikuti ajang JAPFA Fide Rated 2025 yang berlangsung di Jakarta pada 10 hingga 15 Mei.
Dalam ajang ini, Shafira akan bersaing dengan 376 pecatur dari sembilan negara, termasuk Indonesia, Australia, Belgia, India, Singapura, Italia, Uzbekistan, Sierra Leone, dan Filipina. Keikutsertaan dalam turnamen internasional ini menjadi kesempatan penting bagi pecatur untuk meningkatkan Elo Rating mereka. Utut Adianto mengungkapkan rasa bangganya atas keberanian Shafira yang tidak gentar menghadapi tantangan meskipun baru saja menyelesaikan turnamen besar di Mongolia. Menurut Utut, Shafira tidak takut bersaing dengan pesaing-pesaing tangguh, sebuah sikap yang sangat di hargai dalam dunia olahraga. Dengan demikian, langkah Shafira menjadi inspirasi bagi para pecatur muda lainnya di Indonesia untuk terus berkembang dan berani mengukir prestasi. Selain trofi dan hadiah uang sebesar 1500 Dollar AS. Shafira juga sukses meningkatkan elo ratingnya secara signifikan, dari 1983 menjadi 2378.
Putri Junior Indonesia Shafira Devi Herfesa
Pecatur Putri Junior Indonesia Shafira Devi Herfesa, yang berstatus sebagai Master Nasional (MN), mengejutkan banyak pihak dengan tampil sebagai juara kategori Putri pada Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 yang di gelar di Mongolia. Kemenangan tersebut sekaligus pastikan dirinya lolos menuju Pildun Catur tahun 2025. Kepastian tersebut di dapat setelah Shafira berhasil mengalahkan pemuncak klasemen, WGM Turmunkh Munkhzul dari Mongolia, yang memiliki elo rating 2301. Kemenangan dramatis itu tercapai di babak terakhir, babak ke-9, yang berlangsung di Holiday Inn, Ulaanbaatar, Mongolia, pada Kamis (1/5/2025). Meski Shafira memegang buah hitam, ia menunjukkan dominasinya dalam permainan, yang mengusung pembukaan Ruy Lopez: Morphy Defense Exchange Variation. Shafira berhasil memenangkan pertandingan dengan keunggulan satu perwira Gajah, dan pada langkah ke-44, ia berhasil menghentikan perlawanan Munkhzul. Namun, kemenangan ini belum tentu menjamin Shafira menjadi juara. Karena ia masih harus menunggu hasil dari dua pecatur Mongolia lainnya yang berada di peringkat kedua dan ketiga klasemen.
Untungnya, pesaing terdekatnya, WCM Khishigbaatar Bayasgalan, yang berada di posisi kedua dengan 6,5 poin. Kalah dari WGM Janelle Mae Frayna dari Filipina. Namun, satu pesaing lainnya, WFM Amgalan Enkh Enkhrii. Yang berada di posisi ketiga dengan 6 poin, berhasil mengalahkan Hoang Tu Linh Luong dari Vietnam. Akibatnya, Amgalan dan Shafira sama-sama mengumpulkan 7 poin. Dengan demikian, juara kategori Putri harus di tentukan berdasarkan nilai Tie Break. Sebelumnya, pada babak ke-8, Shafira tertinggal 40 poin dalam perhitungan Tie Break. namun kemenangan atas Munkhzul membawanya unggul tipis dengan 2218 poin berbanding 2208. Dengan hasil ini, Shafira menjadi pecatur Indonesia keempat yang berhasil lolos ke Piala Dunia Catur setelah GM Utut Adianto, GM Susanto Megaranto, dan GMW Medina Warda Aulia.
Sukses Menduduki Posisi Pertama
Shafira Devi Herfesa, pecatur asal DIY. Berhasil meraih tiket ke Piala Dunia Catur 2025 setelah Sukses Menduduki Posisi Pertama di ajang Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 untuk kategori Putri. Kualifikasi Pildun Catur 2025 Zona 3.3 ini di adakan di Ulaanbaatar, Mongolia, dari tanggal 22 April hingga 2 Mei 2025. Dalam kompetisi tersebut, Shafira bersaing dengan pecatur dari berbagai negara di Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Hong Kong, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Mongolia. Keberhasilan Shafira menembus ajang bergengsi ini memberikan kejutan yang membahagiakan bagi Indonesia, terutama karena ia tidak di unggulkan pada awalnya. Shafira menjadi pecatur putri kedua asal Indonesia yang berhasil lolos ke Piala Dunia Catur. Sekaligus pecatur Indonesia keempat yang berhasil mencapai prestasi tersebut.
Pencapaian ini menandakan kembalinya Indonesia mengirimkan wakilnya ke Piala Dunia Catur sejak terakhir kali meloloskan pecatur pada tahun 2019. Manajer Tim Catur Indonesia, Henry Hendratno, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini sangat menggembirakan. Karena memberikan harapan besar bagi masa depan dunia catur putri Indonesia di kancah internasional. Shafira, yang berusia 16 tahun dan berasal dari Kabupaten Sleman. Juga mencatatkan sejarah sebagai pecatur non-gelar internasional yang berhasil menembus tiga besar dalam Asian Zone 3.3 dan lolos ke Piala Dunia. Selain berhak mengikuti Piala Dunia Catur 2025, Shafira juga membawa pulang trofi dan hadiah uang sebesar USD 1.500. Prestasi lainnya termasuk dua medali emas di Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2022, juara Kejuaraan Catur Nasional U-19 kategori putri. Serta juara di PON Aceh-Sumut 2024 pada nomor catur standar perseorangan. Keberhasilannya ini menegaskan bahwa ia merupakan pecatur putri dengan perkembangan paling pesat dalam setahun terakhir.
Resmi Berakhir
Kualifikasi Pildun Catur 2025 Zona 3.3 secara Resmi Berakhir dan di tutup oleh Ketua Federasi Catur asal negara Mongolia, Gombojav Zandanshatar, di hari Kamis, tanggal 1 Mei 2025 di Holiday Inn Ulan Bator, Mongolia. Dalam kejuaraan ini, para peserta bertarung untuk memperebutkan dua tempat di Piala Dunia Catur untuk kategori pria (Open Category) dan satu tempat untuk kategori wanita. Dengan partisipasi dari tujuh negara, antara lain Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Hongkong, Filipina, dan Mongolia. Pada ajang ini, nama pecatur perempuan Indonesia, Shafira Devi Herfesa, mencuri perhatian banyak pihak. Setelah melalui sembilan babak, Shafira berhasil menunjukkan kepiawaiannya dalam catur dengan menjadi yang terbaik di kompetisi tersebut dan mendapatkan tiket untuk berpartisipasi di Piala Dunia Catur 2025 di India. Selain itu, Shafira juga meraih hadiah uang sebesar USD 1500.
Shafira menjadi pecatur perempuan Indonesia kedua yang berhasil meraih juara di Kualifikasi Pildun Catur Zona 3.3. Setelah WGM Medina Warda Aulia yang menjadi juara pada Asian Zona 3.3 Chess Championships 2019. Shafira, yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan lahir pada tahun 2008. Sebelumnya telah mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024. Pada ajang tersebut, ia berhasil mengumpulkan 6,5 poin dan unggul dua poin dari pesaing terdekatnya. Termasuk mengalahkan pecatur nasional Irene K. Sukandar. Tak hanya itu, Shafira juga meraih medali emas di Kejuaraan Junior ASEAN dan menjuarai Kejurnas U-19 putri.
Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto, merasa sangat bangga atas pencapaian Shafira. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan Shafira menambah generasi baru yang akan memperkuat tim catur Indonesia. Prestasi luar biasa yang di raih dalam kompetisi catur internasional membuktikan bahwa masa depan catur Indonesia sangat cerah. Terutama dengan kehadiran talenta muda seperti Shafira Devi Herfesa.