Site icon LiputanMedia24

Kebiasaan Sederhana Tidak Cabut Charger Dari Stop Kontak, Ini Risikonya

Kebiasaan Sederhana

Kebiasaan Tidak Cabut Charger Dari Stop Kontak, Ini Risikonya

Kebiasaan Sederhana Seperti Membiarkan Charger Tetap Terpasang Di Stop Kontak Setelah Di Gunakan Sering Di Anggap Sepele Oleh Banyak Orang. Namun, menurut pakar dan sejumlah observasi teknis, tindakan ini memiliki sejumlah risiko yang berpotensi berdampak baik secara finansial maupun keselamatan bagi pemilik rumah. Langkah yang tampak kecil ini ternyata menyimpan konsekuensi yang lebih besar daripada yang di perkirakan. Mulai dari pemborosan listrik hingga potensi bahaya kebakaran serta dampak lingkungan.

Salah satu dampak langsung dari Kebiasaan Sederhana meninggalkan charger di stop kontak adalah penggunaan listrik secara terus-menerus meskipun tidak sedang mengisi perangkat. Studi menunjukkan bahwa charger, baik untuk ponsel maupun perangkat lain seperti laptop. Tetap menyerap daya listrik meskipun tidak terhubung ke perangkat pintar maupun gadget lain. Hal ini berarti energi listrik terus mengalir secara sia-sia meskipun dalam jumlah kecil per jam. Dan pada akhirnya dapat menambah jumlah tagihan listrik bulanan rumah tangga.

Menurut data yang di himpun oleh Lawrence Berkeley National Laboratory, rata-rata daya yang di konsumsi oleh charger ponsel yang tidak di gunakan berkisar sekitar 0,26 watt per jam. Sementara charger lain seperti adaptor laptop bahkan mampu menyedot lebih banyak daya, mencapai tingkat konsumsi listrik yang lebih signifikan. Kebiasaan Sederhana ini, jika di kalikan sepanjang bulan atau tahun, akan menciptakan pemborosan energi yang nyata, terutama di rumah dengan banyak perangkat yang “siap tidur” di stop kontak.

Kebiasaan Sederhana Meninggalkan Charger Dalam Stop Kontak Juga Dapat Meningkatkan Risiko Korsleting Listrik

Selain berdampak pada biaya listrik bulanan, pemakaian listrik berlebih seperti ini juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca global. Hal ini di perparah oleh fakta bahwa sebagian besar sumber energi listrik di Indonesia masih bergantung pada bahan bakar fosil seperti batu bara, yang di kenal memiliki jejak karbon tinggi. Oleh karena itu, tindakan mencabut charger setelah di gunakan selain menghemat biaya juga berperan dalam mengurangi beban lingkungan.

Selain persoalan konsumsi energi, Kebiasaan Sederhana Meninggalkan Charger Dalam Stop Kontak Juga Dapat Meningkatkan Risiko Korsleting Listrik atau bahkan kebakaran rumah. Meskipun charger modern umumnya di rancang dengan fitur keamanan dasar. Seperti adaptor atau kabel yang terus terpasang di stop kontak tanpa terhubung ke perangkat tetap di biarkan berada di bawah tegangan listrik. Kondisi ini berisiko apabila terdapat gangguan pada sistem kelistrikan rumah. Seperti arus pendek, kerusakan kabel, atau stop kontak yang sudah tua atau longgar.

Pakar Keselamatan Listrik Menyarankan Agar Tidak Lagi Di Gunakan Di Cabut Dari Stop Kontak

Pakar Keselamatan Listrik Menyarankan Agar Tidak Lagi Di Gunakan Di Cabut Dari Stop Kontak. Terutama ketika meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama atau saat tidur. Peraturan keamanan rumah tangga juga mengingatkan masyarakat untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala. Termasuk kondisi kabel, stop kontak, dan alat listrik lain yang sering di gunakan. Ini merupakan langkah sederhana namun krusial dalam mencegah insiden yang tidak di inginkan seperti kebakaran akibat kelistrikan.

Selain itu, ada juga Beberapa Efek Tidak Langsung Terhadap Perangkat Itu Sendiri. Meskipun banyak perangkat modern termasuk ponsel pintar di lengkapi dengan sistem manajemen baterai yang memutus arus listrik setelah baterai penuh. Tetap membiarkan charger terhubung dapat membuat adaptor atau kabel lebih cepat aus. Komponen yang terus berada di bawah tegangan listrik dalam jangka panjang dapat mengalami degradasi lebih cepat di bandingkan yang sering dicabut sesaat setelah pengisian selesai.

Perangkat Juga Bisa Mengalami Kenaikan Suhu Berlebih

Perangkat Juga Bisa Mengalami Kenaikan Suhu Berlebih (overheat) jika charger dan kabel yang di gunakan memiliki kualitas rendah atau tidak memiliki proteksi yang baik. Suhu yang meningkat ini tak hanya mengurangi efisiensi pengisian baterai. Tetapi dalam kasus ekstrem dapat menimbulkan kerusakan pada perangkat atau menimbulkan bahaya keselamatan bagi pengguna.

Exit mobile version