Site icon LiputanMedia24

Jelang Lebaran, Bank Saqu Ingatkan Penipuan Digital

Jelang Lebaran

Jelang Lebaran, Bank Saqu Ingatkan Penipuan Digital

Jelang Lebaran Perayaan Idul Fitri 2026, Aktivitas Transaksi Digital Masyarakat Diperkirakan Meningkat Signifikan. Kondisi ini membuat sektor perbankan mengingatkan nasabah untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital yang sering muncul pada periode tersebut. Salah satu bank yang memberikan peringatan adalah Bank Saqu, yang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan transaksi online menjelang Lebaran.

Menurut pihak Bank Saqu, momen Ramadan dan Lebaran kerap di manfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksi penipuan. Hal ini terjadi karena aktivitas transaksi digital seperti belanja online, transfer uang, hingga pembayaran digital meningkat tajam selama periode tersebut. Dengan semakin banyaknya transaksi yang di lakukan masyarakat, risiko terjadinya penipuan digital pun ikut meningkat Jelang Lebaran.

Kampanye Edukasi “Awas Hantu Cyber”

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi bertajuk “Awas Hantu Cyber.” Kampanye ini bertujuan membantu nasabah mengenali berbagai modus penipuan digital serta memahami cara melindungi diri saat melakukan transaksi secara online.

Angela Lew Dermawan Chief Digital & Retail Business Officer Bank Saqu, menjelaskan bahwa ancaman kejahatan siber sering datang tanpa disadari oleh masyarakat. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa data pribadi atau informasi keuangan mereka bisa di curi melalui berbagai metode penipuan digital.

Melalui kampanye ini, Bank Saqu berusaha memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Dengan meningkatnya literasi digital, di harapkan masyarakat dapat terhindar dari berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin berkembang.

Modus Penipuan yang Sering Terjadi Jelang Lebaran

Bank Saqu mengungkapkan bahwa terdapat beberapa modus penipuan digital yang sering terjadi menjelang Lebaran. Salah satunya adalah phishing, yaitu upaya penipuan dengan mengirimkan pesan atau tautan palsu yang menyerupai situs resmi untuk mencuri data pribadi korban.

Selain phishing, pelaku kejahatan juga kerap menggunakan teknik social engineering, yaitu manipulasi psikologis yang membuat korban secara sukarela memberikan informasi rahasia seperti PIN, password, atau kode OTP. Penipu biasanya menyamar sebagai petugas bank atau pihak tertentu untuk mendapatkan kepercayaan korban.

Modus lain yang juga sering terjadi adalah penyalahgunaan data pribadi dan pengiriman tautan berbahaya melalui pesan singkat atau aplikasi perpesanan. Jika korban mengklik tautan tersebut, perangkat mereka bisa terinfeksi malware atau aplikasi berbahaya yang memungkinkan pelaku mencuri informasi penting.

Kerugian Akibat Penipuan Digital

Kasus penipuan digital di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kerugian masyarakat akibat penipuan digital di perkirakan mencapai lebih dari Rp2,5 triliun pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman kejahatan siber di sektor keuangan digital.

Selain itu, laporan industri juga mencatat lebih dari 274.000 laporan penipuan finansial dalam periode November 2024 hingga September 2025. Dengan total kerugian publik mencapai lebih dari Rp6 triliun. Data tersebut menunjukkan bahwa penipuan digital masih menjadi masalah besar yang harus di waspadai masyarakat.

Pentingnya Menjaga Keamanan Data

Untuk menghindari penipuan digital, nasabah diimbau agar tidak pernah membagikan data pribadi seperti PIN, password, atau kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank. Selain itu, masyarakat juga di sarankan untuk selalu memeriksa keaslian informasi sebelum melakukan transaksi atau mengklik tautan tertentu.

Nasabah juga sebaiknya hanya menggunakan aplikasi dan layanan resmi yang di sediakan oleh bank. Jika menerima pesan mencurigakan, langkah terbaik adalah mengabaikannya atau segera menghubungi layanan pelanggan bank melalui kanal resmi.

Membangun Ekosistem Keuangan Digital yang Aman

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, Bank Saqu juga terus memperkuat sistem keamanan transaksi digital guna melindungi nasabah dari berbagai ancaman kejahatan siber. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman dan terpercaya.

Exit mobile version